Jumat, 22 April 2016

"EGO dan PERPISAHAN"




Di saat sore senja, aku duduk sendiri di bibir pantai ini. Semilir angin datang menerpa wajahku, seakan Terbuai dan terlena akan sentuhannya. Lama aku termenung menatap matahari diupuk sana. Sebentar lagi, Matahari akan pergi meninggalkan bumi dalam kegelapan. Gelap tanpa cahaya.

Bumi tidak sempurna tanpa adanya matahari yang menerangi. Malam tidak akan indah tanpa bulan dan bintang menghiasi. kacamata tidak berfungsi jika hanya sebelah. Manusia tidak bisa berjalan jika hanya punya satu kaki.
Dua kata yang sangat aku benci “perpisahan dan egois” dua kata itu yang selalu aku hindari. Tetapi  semakin aku menghindarinya, dia semakin mendekat dan menghancurkan semuanya.

Awal bertemu, seperti kacamata yang selalu menempel dalam satu tangkai. Bagaikan daun yang lengket dalam satu dahan. Ketika bersama seperti tangan dan kaki yang tidak terpisahkan. Canda dan tawa bagaikan deru ombak yang menyatu.
Perubahan demi perubahan semakin terlihat. Awal yang indah berakhir dengan keterpurukan. Berpisah seakan tidak saling membutuhkan. Mengabaikan jeritan hati yang ingin bersama. Bertemu seolah tidak saling mengenal. Tatapan mata seakan merendahkan. Ego bagaikan raja yang selalu memerintah.

Hidup tidak akan berarti tanpa adanya kebersamaan. Hidup ini tidak akan berfungsi jika tidak bersama-sama. Bisakah kita seperti dulu lagi yang selalu bercanda, tawa bersama, saling membantu jika kesusahan, saling mengajari jika tidak tahu, saling mengingatkan, saling memberi dan melengkapi satu sama lain.

Umur semakin bertambah, pikiran juga berubah. Detik, menit, hari, minggu, bulan dan tahun akan berganti dan berlalu. Tidak lama lagi kita semua akan berpisah. Masing-masing di antara kita semua akan pergi. Entah kapan kita bertemu lagi.

Semester demi semester kita jalani. Rintangan demi rintangan kita lalui. Namun kenapa, hanya karena ke tidak cocokkan menjadi penghalang kebersamaan di antara kita. Kini, kita berusaha saling menjatuhkan, menjelek-jelekkan satu sama lain.  Tidak bisakah kita menghadapi dan mengatasi itu semua. Jangan jadikan  ke tidak cocokkan ini penghancur dan pemisah antara kita.  Tapi jadikan lah ke tidak cocokkan ini menjadi penyatu untuk kebersamaan  kita.

Masalah adalah hal biasa. Jangan menghindar jika dia datang menghampiri. Tapi hadapi dia dengan ketabahan dan keikhlasan. Sebab, Tanpa adanya masalah kita tidak akan merasakan nikmatnya kehidupan.

Mari ulurkan tangan dan berpegang satu sama lain. Mari kita berjalan bersama-sama tanpa ada yang tertinggal di belakang. Sebab kita adalah bhineka tunggal Ika. Walaupun kita berbeda namun kita tetap satu.

Rabu, 20 April 2016

HABIS GELAP TERBITLAH TERANG (R.A. Kartini)





Tanggal 21 April, siapa yang tidak tahu tanggal itu. Apa lagi bagi kaum perempuan, pastinya kita para kaum perempuan sangat tahu hari apa itu. Ya.. itu adalah hari  lahirnya R.A Kartini. Hari lahir Kartini dijadikan pertama kali menjadi hari nasional oleh presiden pertama kita yaitu Dr. Ir. H. Soekarno yang diresmikan pada tanggal 2 Mei 1964 berdasarkan Kepres RI No. 108.

Nah, untuk  lebih jelasnya yuk kita intip sedikit siapa sebenarnya R.A Kartini itu?
 Siapa yang tidak mengenal R.A Kartini? Mungkin semua orang tahu siapa dia. Raden Ajeng Kartini adalah seorang pahlawan yang telah memperjuangkan hak-hak kaum perempuan pada masa itu.

Raden Ajeng Kartini merupakan anak perempuan dari Raden Mas Ario Sosroningrat, bupati Jevara  dan ibunya bernama M.A Ngasirah. R.A Kartini lahir tanggal 21 April 1879 di Jevara, Jawa Tengah. Beliau Merupakan pelopor kebangkitan perempuan pribumi. Kenapa dikatakan demikian? Karena R.A. Kartini para perempuan bisa memiliki kebebasan. Kebebasan dalam segi apa?

Pada saat itu, budaya Patriarki sangat di dewakan. Kedudukan  perempuan derajatnya lebih rendah dari kaum laki-laki. Para kaum perempuan tidak boleh melakukan ini dan itu.  Perempuan tidak di perbolehkan sekolah, bekerja, bahkan memilih dan berpendapat. Perempuan seperti “Sangkar Madu” yang diciptakan oleh kaum laki-laki saat itu.

Dengan keberanian dan tekad yang kuat, Kartini  berdiri di paling depan demi menyuarakan bahwa para perempuan berhak bebas dan terlepas dari belenggu kaum penjajah. Sebab, tanpa adanya perempuan suatu negeri tidak akan berdiri. Kenapa? Karena perempuan adalah tiang negara. Perempuan dengan tangan kanannya menggoyang buaian dan tangan kirinya menggoyang dunia. Begitulah ibaratnya. Bahkan para pengamat berpendapat perempuan adalah keajaiban dunia yang kedelapan setelah keajaiban dunia ketujuh. Begitu luar biasa seorang perempuan. perempuan juga memiliki hak untuk berpartisipasi dan berkarya seperti halnya dengan laki-laki. dan tidak ada batasan bagi mereka yang ingin berperan di dalam masyarakat. hanya saja tidak melupakan kewajiban dan tanggung jawabnya sebagai seorang perempuan. 

Keinginan Kartini memperjuangkan hak-hak kaum perempuan sangat luar biasa. Karena perjuangan beliau  para kaum perempuan bisa memiliki kebebasan. Yakni, memiliki kebebasan mengenyam pendidikan, kebebasan bekerja, memiliki jabatan, bahkan kebebasan memilih dan berpendapat.

Perjuangan beliau bukan hanya sampai di situ, Kartini juga membangun sebuah sekolah untuk kaum perempuan saat itu. Dan  keinginannya untuk membangun sekolah disetujui oleh suaminya yang bernama Djojo Adiningrat. Namun, takdir tidak berpihak kepada beliau. R. A. Kartini menghembuskan nafas terakhirnya beberapa hari setelah  melahirkan anak pertama dan terakhirnya yang bernama Soesalit Djojoadhiningrat tanggal 13 September 1904. Beliau wafat berusia 25 tahun pada tanggal 17 September 1904.  R.A. Kartini di makamkan di desa Bulu, 17 km dari kota Rembang.

Dan semasa hidup Kartini, beliau sering menulis dan berkirim surat kepada rekan-rekannya di  Belanda termasuk Snouck Hurgronje tahun 1911, Mr. JH. Abendanon. Semua surat-surat yang ditulis oleh beliau dikumpulkan menjadi satu dan diberi judul “Habis Gelap Terbitlah Terang”.




Senin, 18 April 2016

MAHASISWA DAN GLOBALISASI




Berbicara tentang mahasiswa mungkin tidak asing lagi di telinga kita. Dan jika di tanya apa itu mahasiswa anda pasti menjawab mahasiswa adalah sebutan untuk orang di perguruan tinggi, seorang calon sarjana atau lain sebagainya. Nah, Pengertian mahasiswa itu sendiri menurut Hartono merupakan masa depan bangsa yang bersifat mutlak memajukan bangsa dan sesuai dengan aplikasi ilmu yang dimiliki. Atau mahasiswa adalah pelajar yang sedang menuntut ilmu di perguruan tinggi.

Nah mahasiswa bukan hanya sekedar nama sebutan bagi mereka di perguruan tinggi atau seorang calon sarjana tetapi mahasiswa juga di tuntut sebagai  agent of change, control social dan iron stock. Di mana mahasiswa sebagai agent of change adalah mahasiswa itu merupakan agen dari suatu perubahan bangsa yang saat ini jauh dari kata ideal. Mahasiswa tidak boleh lagi jadi pengikut namun harus tampil membawa perubahan karena masyarakat berharap banyak kepada mahasiswa dengan keintelektualitasnya. Kemudian  mahasiswa sebagai control social di mana mahasiswa bukan hanya sebagai pengamat atau melihat-lihat keadaan di sekitarnya tetapi mahasiswa juga dituntut sebagai pelaku dalam masyarakat. Karena tidak di pungkiri lagi mahasiswa merupakan bagian dari dalam masyarakat itu sendiri. Dan yang terakhir mahasiswa sebagai iron stock, di mana mahasiswa diharapkan mampu menjadi manusia tangguh yang memiliki kemampuan dan akhlak mulia agar dapat menjadi penerus generasi-generasi bangsa mendatang.


Membahas mahasiswa juga tidak terlepas dari kata Globalisasi. Di zaman sekarang siapa yang tidak tahu apa itu globalisasi. Globalisasi itu sendiri adalah universalitas, hilangnya batas antar negara. Di mana globalisasi itu sendiri di tandai dengan kemajuan di bidang teknologi, komunikasi, transportasi dan lain sebagainya. Globalisasi itu sendiri memiliki dampak psitif dan negatif, di antaranya dampak positif kita dapat menerima informasi dengan cepat dan bergerak dengan cepat. Maksudnya informasi apa saja kita bisa peroleh dengan cepat melalui handphone, internet, dan lain-lain. Sedangkan bergerak dengan cepat, kita tidak perlu pergi ke suatu tempat dengan berjalan kaki. Melainkan kita bisa pergi menggunakan alat transportasi yang begitu canggih seperti pesawat, kapal, mobil, sepeda motor, kereta api dan lain-lain. Itulah beberapa keuntungan dari globalisasi. Dan ternyata bukan hanya dampak positif saja yang ada, tetapi dampak negatif dari globalisasi itu juga memiliki dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Bahkan mampu menghipnotis masyarakat sehinnga terlena. Mungkin kita tidak sadar bahwa kita sekarang sedang di jajah melalui virus 4 F yaitu Food, Fasion, Fun, and  Film. Mereka menjajah kita melalui ke empat virus itu. jika kita lihat makanan dari luar begitu banyak masuk ke indonesia bahkan ada di mana-mana. Dan tidak kita pungkiri lagi salah satunya adalah Aceh.  Makanan seperti Kebab atau KFC ada di mana-mana. Mahasiswa tidak akan gaul atau ngetren jika tidak makan kebab atau KFC, kalau memakan Kue Timpan atau yang lainnya nanti di bilang jadul!. Jika di suruh memilih antara Kebab dengan kue Timpan rata-rata akan memilih Kebab. Padahal makanan Aceh lebih enak dari itu semua. Dan tanpa kita sadari kita sudah menghilangkan salah satu cirikhas Aceh yang seharusnya kita banggakan tetapi kita malah memilih makanan luar yang tidak seharusnya.

Virus kedua yaitu Fasion. Kalau membahas masalah Fasion mahasiswa adalah juaranya. Jaman sekarang tidak pakai fasion yang tren, lah ketinggalan zaman!! Perkataan itu mungkin sudah berulang-ulang kali di ucapkan. Namun mereka tidak sadari Fasion seperti apa yang mereka pakai? apakah sesuai dengan kondisinya? Pakaian pembalut atau menutup auratkah? Tetapi hal seperti ini rata-rata mahasiswa seolah-olah tidak mahu tahu padahal mereka tahu. Kita tinggal di Aceh, cara berpakaian memiliki aturan tidak hanya membalut badan tapi harus menutup agar tidak di hinggapi lalat-lalat jahat. Tetapi coba perhatikan di sekitar kita, cewek-ceweknya kalau tidak pakai celana ketat tidak gaul, kalau tidak pakai baju yang ketat nanti tidak langsing. Pakai jilbab kalau tidak di ikat keleher nanti tidak seksi. Untuk apa itu semua kalau diri sendiri yang rugi. Bahkan pergi kemana-mana fasionnya harus berbeda-beda. Pergi kepantai kalau pakai gamis nanti di bilang pergi kepengajian. Pergi ke mall pakai baju yang begini, pergi kuliah harus pakai fasion yang ini. astakfirullah.. tanpa kita sadari kita juga sudah menghilangkan salah satu cirikhas Aceh yang seharusnya cara berpakaiannya tidak seperti itu. Inilah manusia yang sudah terhipnotis dan terlena oleh budaya luar.


Virus yang ke tiga adalah Fun. Maksudnya hiburan di sini seperti pacaran, pergi jalan-jalan yang tidak bermanfaat, selfi-selfi atau yang lainnya. Tujuan mahasiswa pergi dari kampung untuk kuliah demi meraih cita-citanya, bukan malah pacaran ke sini. Jaman sekarang jomblo waduh ngak laku-laku ya? Kata-kata seperti ini sudah biasa kita dengar. Apakah kita tidak berfikir dengan pacaran kita bisa lalai dari tujuan utama. Patah hati, kuliah terbengkalai! pacaran cowoknya tidak berduit cewek mah mana mau ? Demi pacaran rela tidak makan satu bulan, lah iya uangnya sudah habis untuk hura-hura dan jalan-jalan! kita tidak memikirkan bagaimana orangtua di kampung yang bercucuran mengeluarkan keringat demi kita di sini.

Jalan dikit selfie, mundur sedikit selfie, mereng dikit selfie. Seperti Sahrini saja maju mundur, maju mundur selfe. Tanpa selfi rasanya kek gimana gitu! Inilah salah satu penyakit yang sudah melekat dalam tubuh mahasiswa. Sehari saja tidak selfie galaauu!! Dan tanpa di sadari, kita juga sudah terhipnotis. Budaya barat berhasil membuat kita terlena oleh itu semua. Jika keadaan sekitar kita seperti itu jangan terlalu mudah terpengaruh, tetap kita harus memiliki Filter agar semuanya tidak langsung masuk dalam diri kita. Kita harus menyaringnya mana yang baik dan mana yang buruk.

Virus yang keempat yaitu Film. Jika membahas tentang film mungkin tidak akan ada habis-habisnya. Film di Indonesia ada empat yang sering di tampilkan, pertama Bollywood, Hollywood, Mandarin atau Cina dan yang terakhir Indonesia. Kita lihat sekarang begitu banyak film-film yang tidak sesuai dengan klasifikasinya. Berapa jenis film yang masuk ke dalam negeri seperti konten-konten dewasa yang bahkan sama sekali tidak di sensor. Bagi kita seorang mahasiswa mungkin sudah bisa memilah-milah ini baik dan ini tidak baik. Lah kalau anak-anak mereka mana tahu ini baik dan tidak baik. Mereka itu masih kecil yang harus di bimbing. Dan tanpa kita sadari moral anak bangsa telah di kotori oleh film-film yang tidak bermoral. Generasi penerus bangsa sedikit demi sedikit mersot dan hancur begitu saja. Kalau sudah begini Bagaimana bisa maju kalau jalan menuju kesuksesannya saja sudah rusak. apakah kita hanya diam saja.

Sebagai mahasiswa kita boleh ikut sistem, tetapi jangan sampai tersugesti atau teracuni oleh sistem. Mahasiswa harus selalu berlatih untuk bisa lebih peka terhadap keadaan di sekitarnya. Dan kita harus memiliki prinsip ABC yaitu Ambil yang baik, Buang yang buruk, Ciptakan yang baru. Apapun perubahan yang terjadi di sekitar kita, jika kita memiliki prinsip ABC maka kita tidak akan mudah terpengaruh oleh itu semua. Sebab kita memiliki filter yang tidak mudah di tembus oleh Virus-virus yang dapat membunuh. Dan mahasiswa tidak boleh lagi jadi pengikut namun harus tampil membawa perubahan karena masyarakat berharap banyak kepada mahasiswa dengan keintelektualitasnya.  

                                                                     Banda Aceh, 18 April 2016


Senin, 28 Maret 2016

Puisi "PELUH SANG AYAH"







Ayah...
dirimu bagaikan pahlawan yang selalu menjaga ku
dirimu bagaikan raja yang selalu tegas dan 
berwibawa dalam menuntun ku

Ayah...
Tanpamu aku tidak akan mengerti arti hidup yang sesungguhnya
Tanpamu hidup ini tidak berarti apa-apa..
Sedari kecil aku tidak pernah mendengar engkau mengeluh atas sikap ku..
Sedari kecil engkau selalu memberikan aku yang terbaik
Senyum yang selalu menghiasi wajahmu 
tidak pernah lupa kau berikan untuk ku
Tawa mu selalu ada untuk ku ketika aku merasa kesepian
Engkau tidak pernah menunjukkan kesedihan mu di depan ku
Kau selalu berusaha gagah dan tegar jika di depan ku
Padahal engkau menitihkan air mata di belakang ku

Ayah..
Maaf kan anak mu ini yang selalu menyakiti hati mu.
maafkan anak mu yang tidak tahu diri ini
 yang selalu mengeluh kepada mu.
Mengeluh akan kehidupan yang selalu susah, bahkan tidak memikirkan
Engkau mencari sesuap nasi untuk ku di luar sana.
Keringat yang membasahi tubuh mu..
Terik matahari yang begitu membakar kulitmu..
Air hujan yang begitu dingin..
Bahkan dinginnya subuh engkau masih rela mencarikan aku sesuap nasi.

Ayah..
Titik-titk peluh yang kau keluarkan untuk ku
Tidak mungkin dapat aku ganti dengan apapun di dunia ini
Aku tidur di rumah dengan enak dan makan enak
Tetapi Di sana kau belum makan sama sekali
Kulit tubuh ku yang selalu aku rawat
Tetapi engkau di luar sana rela terbakar oleh teriknya matahari
Kulit kaki dan tanganmu yang dulunya mulus
Tetapi kini, kaki dan tanganmu bahkan tidak tebentuk lagi
Seharian engkau di rawa-rawa sana mencari ikan 
agar keluargamu bisa membeli beras

Ayah..
Apakah aku bisa membahagiakanmu
Apakah aku bisa melihat ayah selalu tersenyum di sisiku
Apakah ayah akan selalu menemani ku samapai aku sukses nanti
Aku bahkan belum bisa menberikan apa-apa untuk mu ayah
Aku bahkan belum bisa membuat ayah bangga akan diriku
Aku hanya bisa mendoakan agar ayah tetap sehat dan selau kuat.
Aku hanya bisa berdoa agar di akhirat nanti 
ayah bisa bahagia utuk selamanya.

Ayah..
 terimakasih untuk semua yang telah kau berikan untuk ku
Terimakasih karena telah membimbingku kejalan yang benar
Terimakasih karena telah menyayangi ku melebihi dirimu sendiri

Banda Aceh, 27 Maret 2016


Minggu, 27 Maret 2016

SIAPA YANG SALAH ?





Di zaman sekarang semua telah berubah, bukan hanya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) saja yang berubah, tetapi manusia dan akhlak pun ikut berubah seiring perubahan zaman. Terkadang saya berfikir kenapa zaman sekarang bukan  menjadi lebih baik tetapi malah semakin merosot. Coba anda perhatikan di sekitar anda, akhlak orang zaman sekarang tidak mencerminkan sifat anak-anak pada usianya yang kita ketahui masih lugu dan polos. Saya bahkan banyak melihat perubahan-perubahan pada anak-anak yang masih sekolah dasar (SD). Mereka seolah-olah orang dewasa yang sudah tahu akan semuanya. Bersikap kepada orang lain yang tidak semestinya. Berbicara kepada orang lain seakan dia adalah orang yang paling tua. Membantah perkataan orang yang telah melahirkan dan menafkahinya, memakinya bahkan bibir ini tidak mampu menuliskannya dengan kata-kata. Dan hal yang paling mengerikan anak-anak yang umurrnya masih cukup belia sudah melakukan sexs yang seharusnya di lakukan bagi mereka yang sudah menikah. Naudzubilahimindjolik.. 

Apakah hal itu masih di katakana wajar? Atau hanya biasa-biasa saja? Kalau sudah seperti ini, siapa yang harus di salahkan? Siapa yang harus bertanggung jawab? Apakah karena orang tua yang lalai karena kesibukannya? Apakah Karena guru tidak becus mendidiknya? Atau Masyarakat yang tidak peduli terhadap mereka? Atau jangan-jangan Karena pergaulannya yang begitu bebas? Atau bahkan karena IPTEK yang semakin canggih? Nah kalau sudah seperti ini siapa yang harus di persalahkan, berapa banyak anak-anak yang ada di luar sana yang sudah terjerumus kedalam jurang kenistaan. Bahkan setan-setan di luar sana tertawa terbahak-bahak menyaksikan ini semua. Apakah kamu masih bisa tertawa melihat anak-anak mu di tertawakan di luar sana?  

Terkadang saya menangis di balik tirai itu, menagis bukan karena saya lapar. Saya menangis bukan karena saya tidak punya uang, tetapi air mata ini mengalir karena sedih melihat adek-adek saya yang usianya masih muda, di mana masa-masa sekarang ini mereka masih bermain-main bersama malah di umur mereka yang cukup belia sudah terjerumus kejurang kenistaan. Astakfirullahhalazim.

Saya selalu bertanya-tanya. Apakah Negara ini tidak sedih melihat anak bangsanya yang satu-persatu jatuh dan mati begitu saja? Apakah Negara ini akan maju, jika jalan menuju kemajuannya saja sudah rusak dan hancur? Apakah cahaya yang dulunya ada, bisa bersinar kembali? Dan semua itu lebih mengerikan dari pada harus mati di dalam medan perang sekalipun.

Kita tahu, IPTEK memang semakin maju tetapi kemajuan itu malah meninggalkan begitu banyak jasad tanpa roh, menjadikan adek-adek saya seperti robot yang selalu mereka control. Apa gunanya ilmu pengetahuan dan teknologi canggih tetapi anak-anak bangsanya saja hancur. Apa gunanya pendidikan tinggi samapi S-3 atau S-10 sekalipun jika moral tidak ada itu semua tidak ada artinya.

Banyak orang berkata “Pendidikan adalah hal yang nomor 1”. Ya, pendidikan memang Nomor 1. Tetapi apakah orang tua sudah memberikan pendidikan yang layak kepada anaknya? Apakah orang tua telah bagus mendidik anaknya? Jangan hanya kata-kata yang keluar dari bibir, tetapi buktikanlah kalau kamu adalah orang tua yang bertanggung jawab. Buktikan kalau kamu adalah seorang guru yang professional.

Dan ketahuilah.. seorang anak yang baru lahir dia bagaikan kertas putih, fitrah atau suci. Tergantung bagaimana kita memprosesnya, tuliskanlah kata-kata yang indah dan bermakna di kertas itu. Mereka harus kita arahkan kejalan benar, jangan biarkan mereka tersesat di hutan yang gelap. Bimbing dan tuntunlah anak-anak itu agar tidak mengambil jalan yang salah. Sinari dia dengan dengan cahayamu agar dia tidak pernah merasa kegelapan. Berikan dia kasih sayah dan perhatian agar dia merasa di butuhkan. Jika hal itu telah dilakukan insyaallah mereka akan tahu dan dapat membedakan mana baik dan buruk, mana air dan mana api, dan tahu mana jalan ke surga dan neraka.

Sesibuk apapun anda sebagai orang tua, sisihkanlah waktu anda untuk mereka. Pantaulah apa yang mereka lakukan, ajari mereka ilmu dunia dan akhirat, ajarkan dia untuk mengenal dirinya. Kenalkan dia pada tuhan yang telah menciptakannya. Dan bentuklah keperibadiannya, agar dia menjadi manusia yang berakhlakul qorimah serta berguna bagi nusa dan bangsa.

Apalah artinya menjadi orang tua yang tidak mampu memberikan kasih saying kepada anaknya. Apalah artinya menjadi seorang guru jika tidak bisa mendidik murid-muridnya. Apalah artinya menjadi seorang pemimpin  jika tidak mampu mensejahterakan rakyatnya. Tetapi jadilah orang tua yang menjadi pahlawan terhadap anaknya, yang selalu menjaga serta melindunginya dari segala marabahaya. Jadilah seorang guru yang selalu bersinar dan menerangi murid-muridnya, membimbingnya serta mengajarkan mereka arti kehidupan yang sesunggunhnya. Dan jadilah seorang pemimpin yang bisa bertanggung jawab dan bisa mensejahterakan rakyatnya.
Ibarat suatu pohon, sekuat apapun angin yang ingin merobohkanya tetapi jika pohon itu sudah memiliki bekal yaitu akar yang kuat dan tangguh maka angin bahkan badai sekalipun tak akan sanggup untuk merobohkanya. 

@@@

Terimakasih.. semoga apa yang telah saya tuliskan ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Maafkan jika kata-kata yang keluar dari bibir ini tak sesuai seperti yang di harapkan. Pesan saya, pekalah terhadap keadaan sekitar anda, tegurlah mereka jika mulai salah memilih jalan. Arahkan mereka kejalan yang menurut anda benar. Walau anak-anak itu bukan saudara atau keluarga anda, tetapi ingatlah kita semua masih memiliki keluarga yang sewaktu-waktu bisa seperti mereka yang terjerumus kejurang kenistaan. Jika anda sayang dengan keluarga anda, maka sayangilah anak-anak yang ada di sekitar anda. Insyaallah dengan cara begitu kita bisa membawa mereka kejalan yang diridhoi Allah SWT.

Banda Aceh, 28 Maret 2016

CARA MUDAH UNTUK MENGHAPUS DOSA





Perubahan zaman yang begitu pesat seakan membuat manusia terlena akan kesibukan duniawi semata, bahkan terkadang tidak memperdulikan kehidupan di sekelilingnya. maka tidak di ragukan lagi kalau ukhwah islamiah di zaman sekarang sudah begitu renggang.

 Mungkin kawan-kawan tidak asing lagi bukan dengan kata “UKHWAH ISLAMIAH”.
 Ukhwah Islamiah itu merupakanikatan hati dan jiwa yang terjalin dalam sesame umat islam. Nah..  jika kita memperkuat ukhwah islamiah sesama umat islam maka dosa kita akan berguguran seperti daun pohon yang berjatuhan ketanah bahkan melebihi kecepatanyna. Dan ingat Allah sangat menyukai orang-orang yang meminta maaf terlebih dahulu agar kesalahan yang di lakukannya di maafkan dengan cara berjabat tangan. Maksud berjabat tangan dalam artian disini hanya di perolehkan yang mahram saja tetapi yang bukan mahram tidak boleh ok. 

Jika kita sebagai manusia ingin mendapatkan cinta Allah SWT, maka kita harus memperkuat ukhwah islamiah kita dengan cara bersilaturahmi sesama umat islam seperti keluarga, saudara, teman-teman atau lain sebagainya. Maka jadikanlah silaturahmi salah satu agenda anda dalam tiap minggunya, karena kita sebagai manusia bukan hanya membutuhkan makan, minum atau materi lainnya tetapi di dalam tubuh kita terutama hati juga membutuhkan sesuatu yang dapat membuatnya kembali bergairah, tidak merasa keksongan atau kehausan akan cinta. Nah jiga kita melakukan silaturahmi maka hati kita tidak akan pernah merasa kosong atau hampa karena setiap minggunya selalu diisi dengan cinta yang begitu indah.

Dan kita juga harus tahu bahwa setiap keluarga, saudara, suami, anak,dan  teman belum tentu di katakana Ukhwah Islamiah. Kenapa? Karena pada dasarnya yang di maksud dengan ukhwah islamiah disini ialah orang yang akan membawa kita kejalan yang benar, orang yang selalu mengingatkan kita jika melakukan suatu kesalahan, orang yang membimbing kita kejalan yang lurus, dan membawa kita kesurga bukan malah sebaliknya. Maka dari itu, ajaklah saudara, keluarga, teman maupun suami untuk memperkuat Ukhwah islamiah agar dosa kita bisa berguguran. Bagi anda yang sudah membaca atau sudah tahu akan hal ini lebih baiknya mengajak keluarga atau teman untuk selalu di jalan yang benar, apalagi orang tua

Ukhwah Islamiah di sini ada beberapa tingkatan, yaitu:

1.      1. Ta’aruf

Ta’aruf yaitu saling mengenal. Manusia di ciptakan bukan hanya untuk hidup sendiri tetapi Allah menciptakan manusia agar saling mengenal satu sama lain. Seperti yang telah tercantum dalam kitab Allah.

QS. Al-Hujurat ayat 13

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Artinya:
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

2.     Ta’aluf

Ta’aluf yaitu bersatu. Manusia diciptakan bukan hanya untuk saling mengenal atau ta’aruf tetapi kita juga harus bersatu, dan menjadi satu kesatuan. Kita sebagai manusia yang berakhlak muliah harus bisa mempertahankan kesatuan jangan sampai terpecah belah. Di mana sudah di jelaskan oleh Allah dalam kitab sucinya Al-quran yang tercantum di bawah ini

Allah Ta’ala berfirman,

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَآءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا

Artinya:
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang  yang bersaudara. (QS Ali Imran:103)

Bukan hanya itu saja, bahkan masih banyak ayat al-quran yang menjelaskan agar manusia harus menjaga kesatuan dan tidak terpecah belah.

Al Hafidz Ibnu Katsir rahimahullah juga berkata,“Dia (Allah) memerintahkan mereka (umat Islam) untuk berjama’ah dan melarang perpecahan. Dan telah datang banyak hadits, yang (berisi) larangan perpecahan dan perintah persatuan. Mereka dijamin terjaga dari kesalahan manakala mereka bersepakat, sebagaimana tersebut banyak hadits tentang hal itu juga.

      3. Tafahum

Tafahum di mana kita harus saling memahami satu sama lain, saling memberi perhatian kepada orang lain dan peduli akan keadaan sekitar kita. Di dunia ini siapa sieh yang tidak ingin di perhatikan? Semua ingin di perhatikan dan ingin di pahami oleh orang lain. Namun jika kita lihat sekarang dari seribu manusia mungkin hanya beberapa yang memiliki sifat itu. Contoh kecilnya saja, jika teman kita lagi sedih atau murung kita bahkan tidak ingin tahu atau kita tidak peka dengan dia. Yang seharusnya kita sebagai teman harus bias memahami dia dan ada ketika dia membutuhkan seseorang untuk bersandar bukan malah pergi menjauh dan acuh kepadanya.

Maka dari itu mulai sekarang jadilah seorang yang peduli terhadap sekitanya, saling memahami dalam berteman, saling memahami dalam keluarga ataupun sebaliknya.


4. Ta’awun

Ta’awun itu sendiri berarti sesama umat islam kita harus saling membantu atau saling menolong dalam kebaikan. Jika kita bisa meringankan beban orang lain sedikit saja dan melihat senyum di bibir mereka alangkah bahagianya jika bisa melakukan perbuatan mulia tersebut.
Terkadang manusia jika sudah memiliki semuanya mereka lupa akan orang lain yang masih membutuhkan bantuan dan tolongan dari mereka. Tetapi yang kita lihat sekarang jika sudah kaya mereka bahkan lupa terhadap orang-orang pinggiran yang sangat kesusahan bahkan untuk makan saja belum tentu tiap harinya. Setidaknya bantulah mereka yang lagi membutuhkan, walaupun yang anda berikan sedikit mungkin bagi anda yang sedikit itu adalah hal yang paling besar bagi mereka yang hanya orang miskin. Jika manusia yang memiliki hati nurani walaupun dia adalah orang yang kaya dan terpandang tetapi dia tidak akan pernah lupa akan tanggung jawabnya untuk membantu orang yang sedang membutuhkan.  

      5. Tanasur

Tanasur dalam artian disini yaitu tolong menolong sama sama halnya dengan Ta’awun, namun Tanasur disni artiannya sudah lebih luas. Dan Tanasur merupakan tingkatan Ukhwah Islamiah yang paling tinggi. Kenpa demikian? Karena dalam menolong disini termasuk menolong dalam berperang bahkan rela mati demi membantu sesamanya. Contohnya saja pada jaman Rasulullah SAW para sahabat dan bela tentara lainnya demi mati di medan perang agar bisa memperjuangkan agama Allah SWT.


Semoga dari penjelasan saya tadi bisa bermanfaat bagi kita semua dan bisa membawa kita kejannahnya.. amin. Dan jadilah UKWAH ISLAMIAH YANG SEJATI.