Perubahan zaman yang begitu pesat seakan membuat manusia terlena akan
kesibukan duniawi semata, bahkan terkadang tidak memperdulikan kehidupan di
sekelilingnya. maka tidak di ragukan lagi
kalau ukhwah islamiah di zaman sekarang sudah begitu renggang.
Mungkin kawan-kawan tidak asing lagi bukan
dengan kata “UKHWAH ISLAMIAH”.
Ukhwah Islamiah itu merupakanikatan hati dan
jiwa yang terjalin dalam sesame umat islam. Nah.. jika kita memperkuat ukhwah islamiah sesama
umat islam maka dosa kita akan berguguran seperti daun pohon yang berjatuhan ketanah
bahkan melebihi kecepatanyna. Dan ingat Allah sangat menyukai orang-orang yang meminta
maaf terlebih dahulu agar kesalahan yang di lakukannya di maafkan dengan cara
berjabat tangan. Maksud berjabat tangan dalam artian disini hanya di perolehkan
yang mahram saja tetapi yang bukan mahram tidak boleh ok.
Jika
kita sebagai manusia ingin mendapatkan cinta Allah SWT, maka kita harus
memperkuat ukhwah islamiah kita dengan cara bersilaturahmi sesama umat islam
seperti keluarga, saudara, teman-teman atau lain sebagainya. Maka jadikanlah
silaturahmi salah satu agenda anda dalam tiap minggunya, karena kita sebagai
manusia bukan hanya membutuhkan makan, minum atau materi lainnya tetapi di
dalam tubuh kita terutama hati juga membutuhkan sesuatu yang dapat membuatnya
kembali bergairah, tidak merasa keksongan atau kehausan akan cinta. Nah jiga
kita melakukan silaturahmi maka hati kita tidak akan pernah merasa kosong atau
hampa karena setiap minggunya selalu diisi dengan cinta yang begitu indah.
Dan
kita juga harus tahu bahwa setiap keluarga, saudara, suami, anak,dan teman belum tentu di katakana Ukhwah
Islamiah. Kenapa? Karena pada dasarnya yang di maksud dengan ukhwah islamiah disini
ialah orang yang akan membawa kita kejalan yang benar, orang yang selalu mengingatkan
kita jika melakukan suatu kesalahan, orang yang membimbing kita kejalan yang
lurus, dan membawa kita kesurga bukan malah sebaliknya. Maka dari itu, ajaklah
saudara, keluarga, teman maupun suami untuk memperkuat Ukhwah islamiah agar
dosa kita bisa berguguran. Bagi anda yang sudah membaca atau sudah tahu akan
hal ini lebih baiknya mengajak keluarga atau teman untuk selalu di jalan yang
benar, apalagi orang tua
Ukhwah
Islamiah di sini ada beberapa tingkatan, yaitu:
1.
1. Ta’aruf
Ta’aruf yaitu saling mengenal. Manusia di ciptakan
bukan hanya untuk hidup sendiri tetapi Allah menciptakan manusia agar saling
mengenal satu sama lain. Seperti yang telah tercantum dalam kitab Allah.
QS.
Al-Hujurat ayat 13
يَا
أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ
شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ
أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Artinya:
Hai manusia, sesungguhnya Kami
menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan
kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal.
Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang
yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha
Mengenal.
2.
Ta’aluf
Ta’aluf yaitu bersatu. Manusia diciptakan bukan hanya untuk
saling mengenal atau ta’aruf tetapi kita juga harus bersatu, dan menjadi satu
kesatuan. Kita sebagai manusia yang berakhlak muliah harus bisa mempertahankan
kesatuan jangan sampai terpecah belah. Di mana sudah di jelaskan oleh Allah
dalam kitab sucinya Al-quran yang tercantum di bawah ini
Allah Ta’ala berfirman,
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُوا
وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَآءً فَأَلَّفَ بَيْنَ
قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا
Artinya:
Dan
berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu
bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika dahulu (masa
Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah
kamu karena nikmat Allah orang-orang
yang bersaudara. (QS Ali Imran:103)
Bukan hanya itu saja, bahkan masih banyak ayat al-quran yang
menjelaskan agar manusia harus menjaga kesatuan dan tidak terpecah belah.
Al Hafidz Ibnu Katsir rahimahullah juga berkata,“Dia (Allah)
memerintahkan mereka (umat Islam) untuk berjama’ah dan melarang perpecahan. Dan
telah datang banyak hadits, yang (berisi) larangan perpecahan dan perintah
persatuan. Mereka dijamin terjaga dari kesalahan manakala mereka bersepakat,
sebagaimana tersebut banyak hadits tentang hal itu juga.
3. Tafahum
Tafahum di mana kita harus saling memahami satu sama lain,
saling memberi perhatian kepada orang lain dan peduli akan keadaan sekitar
kita. Di dunia ini siapa sieh yang tidak ingin di perhatikan? Semua ingin di
perhatikan dan ingin di pahami oleh orang lain. Namun jika kita lihat sekarang
dari seribu manusia mungkin hanya beberapa yang memiliki sifat itu. Contoh
kecilnya saja, jika teman kita lagi sedih atau murung kita bahkan tidak ingin
tahu atau kita tidak peka dengan dia. Yang seharusnya kita sebagai teman harus
bias memahami dia dan ada ketika dia membutuhkan seseorang untuk bersandar bukan
malah pergi menjauh dan acuh kepadanya.
Maka dari itu mulai sekarang jadilah seorang yang peduli
terhadap sekitanya, saling memahami dalam berteman, saling memahami dalam
keluarga ataupun sebaliknya.
4. Ta’awun
Ta’awun itu sendiri berarti sesama umat islam kita
harus saling membantu atau saling menolong dalam kebaikan. Jika kita bisa
meringankan beban orang lain sedikit saja dan melihat senyum di bibir mereka
alangkah bahagianya jika bisa melakukan perbuatan mulia tersebut.
Terkadang manusia jika sudah memiliki semuanya mereka
lupa akan orang lain yang masih membutuhkan bantuan dan tolongan dari mereka.
Tetapi yang kita lihat sekarang jika sudah kaya mereka bahkan lupa terhadap orang-orang
pinggiran yang sangat kesusahan bahkan untuk makan saja belum tentu tiap
harinya. Setidaknya bantulah mereka yang lagi membutuhkan, walaupun yang anda
berikan sedikit mungkin bagi anda yang sedikit itu adalah hal yang paling besar
bagi mereka yang hanya orang miskin. Jika manusia yang memiliki hati nurani
walaupun dia adalah orang yang kaya dan terpandang tetapi dia tidak akan pernah
lupa akan tanggung jawabnya untuk membantu orang yang sedang membutuhkan.
5. Tanasur
Tanasur dalam artian disini yaitu tolong menolong sama
sama halnya dengan Ta’awun, namun Tanasur disni artiannya sudah lebih luas. Dan
Tanasur merupakan tingkatan Ukhwah Islamiah yang paling tinggi. Kenpa demikian?
Karena dalam menolong disini termasuk menolong dalam berperang bahkan rela mati
demi membantu sesamanya. Contohnya saja pada jaman Rasulullah SAW para sahabat
dan bela tentara lainnya demi mati di medan perang agar bisa memperjuangkan
agama Allah SWT.
Semoga dari penjelasan saya tadi bisa bermanfaat bagi
kita semua dan bisa membawa kita kejannahnya.. amin. Dan jadilah UKWAH ISLAMIAH
YANG SEJATI.