Minggu, 27 Maret 2016

CARA MUDAH UNTUK MENGHAPUS DOSA





Perubahan zaman yang begitu pesat seakan membuat manusia terlena akan kesibukan duniawi semata, bahkan terkadang tidak memperdulikan kehidupan di sekelilingnya. maka tidak di ragukan lagi kalau ukhwah islamiah di zaman sekarang sudah begitu renggang.

 Mungkin kawan-kawan tidak asing lagi bukan dengan kata “UKHWAH ISLAMIAH”.
 Ukhwah Islamiah itu merupakanikatan hati dan jiwa yang terjalin dalam sesame umat islam. Nah..  jika kita memperkuat ukhwah islamiah sesama umat islam maka dosa kita akan berguguran seperti daun pohon yang berjatuhan ketanah bahkan melebihi kecepatanyna. Dan ingat Allah sangat menyukai orang-orang yang meminta maaf terlebih dahulu agar kesalahan yang di lakukannya di maafkan dengan cara berjabat tangan. Maksud berjabat tangan dalam artian disini hanya di perolehkan yang mahram saja tetapi yang bukan mahram tidak boleh ok. 

Jika kita sebagai manusia ingin mendapatkan cinta Allah SWT, maka kita harus memperkuat ukhwah islamiah kita dengan cara bersilaturahmi sesama umat islam seperti keluarga, saudara, teman-teman atau lain sebagainya. Maka jadikanlah silaturahmi salah satu agenda anda dalam tiap minggunya, karena kita sebagai manusia bukan hanya membutuhkan makan, minum atau materi lainnya tetapi di dalam tubuh kita terutama hati juga membutuhkan sesuatu yang dapat membuatnya kembali bergairah, tidak merasa keksongan atau kehausan akan cinta. Nah jiga kita melakukan silaturahmi maka hati kita tidak akan pernah merasa kosong atau hampa karena setiap minggunya selalu diisi dengan cinta yang begitu indah.

Dan kita juga harus tahu bahwa setiap keluarga, saudara, suami, anak,dan  teman belum tentu di katakana Ukhwah Islamiah. Kenapa? Karena pada dasarnya yang di maksud dengan ukhwah islamiah disini ialah orang yang akan membawa kita kejalan yang benar, orang yang selalu mengingatkan kita jika melakukan suatu kesalahan, orang yang membimbing kita kejalan yang lurus, dan membawa kita kesurga bukan malah sebaliknya. Maka dari itu, ajaklah saudara, keluarga, teman maupun suami untuk memperkuat Ukhwah islamiah agar dosa kita bisa berguguran. Bagi anda yang sudah membaca atau sudah tahu akan hal ini lebih baiknya mengajak keluarga atau teman untuk selalu di jalan yang benar, apalagi orang tua

Ukhwah Islamiah di sini ada beberapa tingkatan, yaitu:

1.      1. Ta’aruf

Ta’aruf yaitu saling mengenal. Manusia di ciptakan bukan hanya untuk hidup sendiri tetapi Allah menciptakan manusia agar saling mengenal satu sama lain. Seperti yang telah tercantum dalam kitab Allah.

QS. Al-Hujurat ayat 13

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Artinya:
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

2.     Ta’aluf

Ta’aluf yaitu bersatu. Manusia diciptakan bukan hanya untuk saling mengenal atau ta’aruf tetapi kita juga harus bersatu, dan menjadi satu kesatuan. Kita sebagai manusia yang berakhlak muliah harus bisa mempertahankan kesatuan jangan sampai terpecah belah. Di mana sudah di jelaskan oleh Allah dalam kitab sucinya Al-quran yang tercantum di bawah ini

Allah Ta’ala berfirman,

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَآءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا

Artinya:
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang  yang bersaudara. (QS Ali Imran:103)

Bukan hanya itu saja, bahkan masih banyak ayat al-quran yang menjelaskan agar manusia harus menjaga kesatuan dan tidak terpecah belah.

Al Hafidz Ibnu Katsir rahimahullah juga berkata,“Dia (Allah) memerintahkan mereka (umat Islam) untuk berjama’ah dan melarang perpecahan. Dan telah datang banyak hadits, yang (berisi) larangan perpecahan dan perintah persatuan. Mereka dijamin terjaga dari kesalahan manakala mereka bersepakat, sebagaimana tersebut banyak hadits tentang hal itu juga.

      3. Tafahum

Tafahum di mana kita harus saling memahami satu sama lain, saling memberi perhatian kepada orang lain dan peduli akan keadaan sekitar kita. Di dunia ini siapa sieh yang tidak ingin di perhatikan? Semua ingin di perhatikan dan ingin di pahami oleh orang lain. Namun jika kita lihat sekarang dari seribu manusia mungkin hanya beberapa yang memiliki sifat itu. Contoh kecilnya saja, jika teman kita lagi sedih atau murung kita bahkan tidak ingin tahu atau kita tidak peka dengan dia. Yang seharusnya kita sebagai teman harus bias memahami dia dan ada ketika dia membutuhkan seseorang untuk bersandar bukan malah pergi menjauh dan acuh kepadanya.

Maka dari itu mulai sekarang jadilah seorang yang peduli terhadap sekitanya, saling memahami dalam berteman, saling memahami dalam keluarga ataupun sebaliknya.


4. Ta’awun

Ta’awun itu sendiri berarti sesama umat islam kita harus saling membantu atau saling menolong dalam kebaikan. Jika kita bisa meringankan beban orang lain sedikit saja dan melihat senyum di bibir mereka alangkah bahagianya jika bisa melakukan perbuatan mulia tersebut.
Terkadang manusia jika sudah memiliki semuanya mereka lupa akan orang lain yang masih membutuhkan bantuan dan tolongan dari mereka. Tetapi yang kita lihat sekarang jika sudah kaya mereka bahkan lupa terhadap orang-orang pinggiran yang sangat kesusahan bahkan untuk makan saja belum tentu tiap harinya. Setidaknya bantulah mereka yang lagi membutuhkan, walaupun yang anda berikan sedikit mungkin bagi anda yang sedikit itu adalah hal yang paling besar bagi mereka yang hanya orang miskin. Jika manusia yang memiliki hati nurani walaupun dia adalah orang yang kaya dan terpandang tetapi dia tidak akan pernah lupa akan tanggung jawabnya untuk membantu orang yang sedang membutuhkan.  

      5. Tanasur

Tanasur dalam artian disini yaitu tolong menolong sama sama halnya dengan Ta’awun, namun Tanasur disni artiannya sudah lebih luas. Dan Tanasur merupakan tingkatan Ukhwah Islamiah yang paling tinggi. Kenpa demikian? Karena dalam menolong disini termasuk menolong dalam berperang bahkan rela mati demi membantu sesamanya. Contohnya saja pada jaman Rasulullah SAW para sahabat dan bela tentara lainnya demi mati di medan perang agar bisa memperjuangkan agama Allah SWT.


Semoga dari penjelasan saya tadi bisa bermanfaat bagi kita semua dan bisa membawa kita kejannahnya.. amin. Dan jadilah UKWAH ISLAMIAH YANG SEJATI.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar