Senin, 29 Februari 2016

LGBT MERUPAKAN JELMAAN AKHLAK KAUM NABI LUTH AS



                                        

      Dewasa ini LGBT sedang maraknya di bicarakan di Media Sosial maupun di kalangan masyarakat pada umumnya. Bahkan masalah ini masih belum teratasi dan hal ini semakin berkembang seiring dengan munculnya Lembaga Konseling Support Group and Resources Center on Sexuallity Studies (SGRC) di Universitas Indonesia (UI). Beberapa negara banyak yang tidak setuju akan adanya LGBT salah satunya Negara  Indonesia. Kenapa? Karena LGBT dapat merusak moral generasi muda bahkan perbuatan ini sangat tercela di mata Allah juga di kalangan masyarakat. Jika LGBT ini di biarkan begitu saja kemungkinan moral anak-anak bangsa akan hancur, nah kalau generasi mudanya  sudah hancur lalu siapa lagi yang akan menjadi penerus generasi bangsa berikutnya.

   LGBT atau Lesbian, Gay, Bisexual Dan Transgender merupakan suatu penyimpangan
orientasi seksual yang sangat bertentangan dengan fitrah manusia itu sendiri. Pada hakikatnya Allah telah menciptakan manusia itu berpasang-pasangan Lelaki dengan wanita, siang dan malam, kaya dan miskin, putih dan hitam, cantik dan jelek. Lalu Kenapa Allah menciptakan demikian? Supaya Alam ini seimbang, tidak goyah, saling melengkapi satu sama lain. Lah.. Bukan malah sebaliknya lelaki dengan lelaki dan  perempuan dengan perempuan bahkan ada yang menikah dengan sesama jenis. Terkadang saya heran di mana letak akal dan pikiran mereka. Allah sengaja memberikan kita akal dan pikiran untuk dapat memilah-milah mana yang baik dan mana yang tidak. Kalau kita saja sebagai manusia tidak bisa menggunakan akal dan pikiran itu, berarti sama halnya dong dengan binatang.

Apakah Kaum Luth As Hidup Kembali atau Hanya Akhlaknya?

    LGBT salah satu perbuatan yang telah di lakukan oleh orang-orang Sadum (kaum Luth) pada Zaman nabi Luth sebelumnya. Dan yang pertama sekali melakukan perbuatan yang dholim tersebut adalah Kaum Luth as. Pada masa itu LGBT merupakan suatu tradisi bagi mereka yakni orang-orang Sadum (Kaum Luth) menjalani Lesbian dan Homo, sama halnya dengan sekarang kegiatan sex laki-laki dengan laki-laki dan perempuan dengan perempuan mereka tidak menginginkan istri-istri mereka, begitu pula dengan yang istri mereka tidak menginginkan suami.

    Nafsu yang seharusnya benar dengan lawan jenis tetapi mereka malah menciptakan adat sesama jenis. semua itu bermula pada nafsu yang begitu besar dan selalu kurang puas dan lama-kelamaan orang-orang Sadum menjadi Lesby  dan Homo. Nah kalau di pikir-pikir apa bedanya dengan yang sekarang, mereka bahkan sama dengan kaum Luth. dan Allah sangat murka kepada mereka, dan Allah langsung mengazab mereka tanpa kenal kata ampun dengan mendatangkan hujan batu yang dapat membinasakan mereka hanya kedipan mata saja.Yang mana tertera dalam firman Allah:

“Kepada mereka kami tumpahkan hujan batu. Sebab itu pikirkan, bagaimana akibat orang-orang yang berbuat dosa”. (QS. Al-A’raf: 84)

 Nah kita sebagai anak-anak Bangsa yang cerdas dan akan menjadi penerus generasi bangsa, kita  seharusnya bisa mengambil hikmah dan pelajaran agar kita semua tidak terjerumus ke dalamnya. Kalau kita hanya diam dan menutup mata saja tanpa mau mencegah siapa lagi yang akan mencegahnya paling tidak untuk diri sendiri dan ingatlah Tuhan Yang Esa dia selalu melihat apa yang kita lakukan. Dan bagi para LGBT tidak ada kata terlambat untuk bertobat, Allah Maha pengampun dan Maha Penyayang.
Sayangilah diri anda jangan sampai kita di laknat Oleh Allah seperti halnya kaum Luth as.

Manusia tidak ada yang sempurna, dan kita tidak pernah luput dari dosa. kita hanya berusaha untuk menjadi lebih baik dan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang telah kita lakukan. Karena Kesempurnaan itu hanya milik Allah dan kita hanya berusaha untuk mengharapkan keridhoanya.

#ulasan sedikit tentang LGBT menurut pandangan saya.



Senin, 22 Februari 2016

PART 2: PENANTIAN YANG TAK BERHUJUNG (CNKS)

  RINTIHAN HATI
          ***
Mohon Maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan..
Soalnya tulisan pertama nie heheh...

#NO_PLAGIAT_OK.
#HAK_CIPTA_DI_LINDUNGI_OLEH_UNDANG_UNDANG

jangan lupa KOMENTAR dan LIKE  ya.. biar lebih semangat lg nulisnya hehe...

Selamat membaca 😀

*** PART 2 : PENANTIAN YANG TAK BERHUJUNG ***

"Makanlah yang banyak nak.. sekarang kamu terlihat kurusan”. “iya makcik. "Mm makcik, terimakasih banyak ya karena telah mau merawat naisa.. dan terimakasih juga karena telah bersabar menghadapi sifat naisa ini makcik.” Tutur ku pada makcik.

 “tidak usah berterimakasih nak, dan tidak usah sungkan-sungkan kepada makcik. Anggap saja makcik ini seperti orang tua kamu sendiri ya.." “ ia makcik, sekali lagi terimakasih.”. sambil memeluk makcik nur.

@@@

Pukul 20.00 malam, setelah naisa sholat isya. Tiba-tiba pintu kamar ku di ketuk oleh makcik nur. Tok, tok, tok, “nak, apa makcik boleh masuk?”. Tanya makcik. “boleh makcik, masuk lah!”. Jawabku. “neuk naisa sudah makan malam?”.   “sudah makcik, sebelum isya tadi naisa udah makan. Kalau makcik sudah makan?”. Tanyaku balik. “belum neuk, nanti sebentar lagi makcik makan...”. “makcik, tadi naisa bermimpi kalau makcik akan pergi meninggalkan naisa”. Kataku to the point kepada makcik sambil  menunduk kan kepala ku. “Tidak sayang makcik tidak akan meninggalkan kamu nak, makcik akan selalu ada untuk kamu, itu hanya bunga tidur  ngk usah di hiraukan ya?”. Kata makcik. “ia makcik”sambil memeluk naisa.

***
Pukul sudah menunjukkan 00.12 malam... namun  aku juga tidak bisa tidur... entah kenapa aku  merasa takut tapi aku  tidak tau apa yang semestinya aku  takut kan... akhirnya aku pun  memutuskan untuk sholat malam agar hati ku bisa kembali tenang ...
“ya Allah... ampun kan lah dosa hamba mu yang hina ini ya Allah... dan ampunilah dosa kedua orang tua ku, kasihani lah mereka sebagai mana mereka menyayangi hamba waktu kecil hamba ya Allah... lapangkan lah kubur mereka dan jaga lah mereka di sisi mu ya Rab... terimalah amal ibadah mereka... dan hilangkanlah rasa kegelisahan hamba mu ini ya Allah...amin...” tidak terasa air mata Ini sudah bercucuran... aku menangis tersedu-sedu dalam kesunyian malam..
Ternyata bukan hanya naisa saja yang tidak bisa tidur malam ini.. tetapi makcik naisa  pun tidak bisa tidur.. entah kenapa dia masih berpikiran dengan perkataan naisa setelah sholat isya tadi. “mudah-mudahan itu hanya bunga tidur” ujar makcik dengan sedih.
***

Tidak terasa waktu subuh sudah tiba...suara Tabuh menggemparkan kesunyian malam dan menggema dia alam semesta.. suara adzan yang mengalun begitu merdu di kesunyian malam yang menggetarkan alam semeta raya...
“sungguh indah Allah membangunkan hambanya untuk sholat... hanya orang yang memiliki mata yang jelek saja yang akan memejamkan mata untuk tidur lagi.. dan orang seperti itu adalah orang-orang yang sangat rugi..” batin ku...
Setelah sholat aku pun keluar kamar untuk menghampiri makcik, ternyata makcik masih berzikir dan memuji Allah azzawajalla... aku pun mengurungkan niat untuk mengajaknya pergi jalan-jalan keliling desa. Tadi aku berencana mengajak makcik untuk pergi jalan-jalan  Karena sudah lama sekali aku tidak jalan-jalan untuk maraton... biasanya dulu aku sering melakukan hal ini dengan umi  dan abah ku  ketika pulng dari masjid.. tetapi sekarang hanya tinggal kenanga saja..  tidak terasa aku sudah jauh dari rumah makcik...

Sebahagian  warga disi sudah pergi keluar rumah untuk mencari nafkah ke kelaut dan kekebun... di desa tempat ku lahir ini rata-rata masyarakatnya bekerja sebagai nelayan dan sebagian lagi berkebun ataupun kesawah.. tidak di ragukan lagi di desa ku ini udaranya masih bagus dan sejuk  karena pohon-pohonya nya masih begitu rindang dan masih begitu banyak... warga di sini dilarang menebang pohon sembarangan karena jika di tebang maka akan di kenakan sanksi... saya pernah mendengar masyarakat tidak setuju dengan peraturan itu karena jika pohon itu tidak di beri di tebang maka  masyarakat nanti akam masak pakai apa.. nah sedang kan kami rata-rata  menggunakan kayu bakar untuk memasak.. kalau di pikir-pikir sieh ada betulnya juga apa yang di katakan warga sini Tapi kalau di biarkan sesuka mereka saja  menebang pohon tersebut  pasti nantinya pohon di desa ku ini  Punah juga kalau di biarkan... apalagi Berapa banyak warga di sini menggunakan kayu bakar kalau di biarkan begitu  saja kemungkinan besar pohon di sini akan tumbang semua.. dan  jika kita tidak menjaganya siapa lagi bukan! Bahkan pohon merupakan paru-paru dunia.. sekali lagi ingat PARU-PARU DUNIA lho..bayangkan aja coba kalau kita tidak punya paru-paru di tubuh kita mungkin  kita bisa mati nah begitu pula dengan bumi ini.. jadi kita harus menjaga dan merawatnya OK ! Heheh

nah kalau warga di desa ku ini, mereka hanya tahunya menebang saja tetapi kalau  menanamnya malas minta ampon... maka sebab  itulah pemerintahan di desa kami memberikan bantuan berupa kompor gas kepada warga sini.. sebagian warga sangat senang menerimanya tetapi sebagian lagi lah malah tidak mau menerima karena mereka takut menggunakannya... pernah saya mendengar beberapa warga berkata seperti ini..

“Wah ini pemerintahan Teroris apa, masa mereka mau membunuh kita dengan  memberikan kita bom takut-takut di desa kita ini meledak semua... Wah kalau dibiarkan seperti ini  Bisa-bisa kita  mati semua.....” ujar warga sini
Hahah... Kalau di pikir-pikir lucu juga perkataan Mereka, Warga di desa ku ini mereka memang masih berpikiran premitif karena masih perkampungan gitu atau kata orang kota masih belum ngetren lebih tepatnya... tapi walaupun demikian aku bangga jadi warga Sini karena Walaupun mereka seperti itu warga di desa ku ini ikatan silaturahmi dan persaudaraannya  masih Kuat dan kental sekali bahkan mereka tidak segan-segan  membantu masyarakat yang terkena musibah atau pun semacamnya maka  mereka akan ada kapan pun itu, inilah yang sangat aku suka dan banggakan dari mereka....

Aku pun terhenti dari lamunan ku.. aku sudah sampai di tempat yang sedari tadi ingin aku tuju.. Dan  disinilah aku sekarang Di mana banyak kenangan bersama orang yang aku sayangi dan yang sangat aku rindukan saat ini mereka adalah abah dan umi  ku...dulu  di bibir pantai inilah biasanya aku dan umi ku menunngu abah  pulang dari laut. dulu aku sangat senang sekali menunggu abah  ku di sini bahkan aku tidak setuju dengan pendapat bahwa menunggu itu hal yang membosankan, karena aku setiap hari menunggu abah  ku pulang dari laut, aku bahkan tidak pernah bosan hingga saat ini walaupun aku menunggunya seharian aku tidak akan bosan tapi sayang orang yang aku tunggu sekarang ini tidak akan kembali krena org itu sudah pergi ketempat sang ilahi..
 dalam hati aku berkata dan berdoa kepada Allah...

Ya Rab..
kutitipkan salam cinta
Dan rinduku  kepada kedua orang tua di sana...
Ya Rab...
katakan kepada mereka kalau aku sangat merindukan mereka..
Ya Rab...
Jagalah mereka di sana dan pertemukan lah kami di surga mu kelak nanti...
Hanya kepadamulah aku memohon dan kepadamulah hamba meminta
Dan perkenankanlah doa Hamba mu ini..
dan dengarkan lah rintihan hati hamba mu yang hina ini...
amin...

***
To be continued

Kasih komentar ya biar aku lanjutin lagi ceritanya 😀😁😁

PART 1: HAL YANG TIDAK TERDUGA

                                  RINTIHAN HATI
                                              ***
Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan..
soalnya tulisan pertama hehe...
#NO_PLAGIAT_OK
#HAK_CIPTA_DILINDUNGI_OLEH_UNDANG_UNDANG

*** PART 1 : HAL YANG TIDAK TERDUGA ***

Ketika aku mendengar kabar itu.. seakan ada beribu-ribu  pisau yang menusuk hati dan jantung ku.. mana mungkin mereka pergi meninggalkan aku secepat itu..bahkan mereka baru pergi satu jam yang lalu, tapi kenapa kabar ini seperti merenggut jiwa dan ragaku..

oh ya Allah, apakah yang ada di hadapan ku ini adalah hadiah ulang tahun ku yang ke 17 yang engkau beri kepada ku, tetapi kenapa hadiah mu ini terlalu menyakitkan bagi ku ya Allah.. dan kenapa mereka pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun kepada ku dan kenapa mereka meninggalkan ku secepat ini. Kenapa.. kenapa mereka tidak sekalian membawa ku ikut dengan mereka, setidaknya aku tidak sendirian di dunia ini... air mata ini tidak dapat ku bendung lagi.. tumpah sudah semua.. sakit, sedih dan kecewa yang aku rasakan saat ini....

“sudah nak.. jangan menangis lagi, nanti kamu jadi sakit nak.. doa kan saja semoga ibu dan bapak mu disana istirahat dengan tenang”. kata makcik nur.

“tetapi makcik, kenapa mereka meninggalkan naisa sendirian.. mereka ngak sayang sama naisa makcik..”. Kataku dengan air mata yang berlinang..  “ sabar lah nak, Ini adalah ujian dari Allah.. Allah lagi menguji kesabaran mu nak..jadi kita Yang di tinggalkan harus tabah dan bersabar... dan ingat lah nak Allah sudah mengatakan di dalam kitabnya bahwasanya setiap yang bernyawa itu pasti akan merasakan mati, hanya saja kita tidak tau kapan kematian itu akan menghampiri kita. Dan  pada hari ini Allah terlebih dahulu memanggil orang tua mu nak ”. kata makcik sambil memeluk naisa yang menagis tersedu-sedu.

“ya Allah, Jika ini adalah cobaanmu tolong lah hambamu yang lemah ini agar bisa bersabar dan tabah dalam menjalani ujian mu ini.. tetapi bagaimana aku bisa menjalani hari-hari ku tanpa mereka Ya Allah, aku begitu tidak berdaya tanpa meraka di sisiku, hanya mereka lah penyemangat dan motivasi ku dan hanya mereka yang aku miliki di dunia ini ya Allah.. tetapi sekarang mereka telah enggkau panggil.. apakah hamba sanggup tanpa mereka, apakah aku bisa bertahan dengan liku-liku kehidupan, kuatkan hamba mu yang lemah ini ya Allah.. kuat kan hamba”. Kata ku dalam hati.

Cut Naisa Kumala Sari adalah seorang gadis yang cantik, pintar dan juga soleha. Dia terlahir di keluarga yang sederhana dan berkecukupan.. walaupn demikian naisa sudah sangat bersukur karena dia memiliki dua malaikat yang sangat menyayanginya dan yang selalu menjagaya.. malaikat itu adalah teuku khalid  dan Cut Ratna Sari bagi naisa kedua orang tuanya sudah cukup membahagiakannya dan mereka tak akan tergantikan oleh apapun. Bagi naisa mereka adalah malaikat yang selalu ada di kala sedih dan senang... tetapi sekarang, mereka hanya tinggal kenangan, Dan mereka tidak akan pernah datang lagi untuk selamanya. Dan Naisa tidak akan pernah melihat malaikatnya lagi,  karena merek sudah pergi jauh dan meninggalkan naisa sendirian.

Sudah dua minggu berlalu sejak kepergian orang tuanya.. namaun naisa selalu menagis dan mengurung dirinya di rumah dan tidak mau keluar.. bahkan makcik nur sangat khawatir dengan keadaan naisa yang sekarang ini. Sejak kepergian orang tuanya, dia jadi pendiam, dan jarang tersenyum. Padahal sebelum kedua org tuanya meninggal Naisa adalah anak yg paling ceria dan suka tersenyum. Namun sekarang dia seperti manusia tanpa raga. Seperti Mayat yang tak punya roh semua orang prihatin terhadap keadaannya sekarang. Namun apa dikata apapun yang di lakukan orang lain tetap saja naisa diam dan diam...

“naisa, buka pintunya nak.. jangan mengurung diri kamu disana nak, keluarlah nak kamu belum makan dari kemarin”. Kata makcik nur.  Namun naisa hanya diam saja dan tidak memperdulikan perkatan makcik nur.

“ mm hah.. Nasia, makcik tau, makcik ini hanya tetangga naisa dan makcik tau makcik ini bukan siapa-siapa naisa . Tapi walaupun demikian makcik sudah mengaggab kamu seperti anak makcik sendiri nak, keluarlah naisa kamu harus makan jangan mengurung diri kamu nak... kalo abi dan umi mu liat pasti mereka sedih nak.. keluarlah nak makcik mohon relakanlah kepergian mereka". Kata Makcik dengan air mata yang berlinang.
Ceklek,,tiba-tiba Pintu kamar naisa pun terbuka.. “ maaf kan naisa makcik.. dan makcik jangan berkata seperti iti, sekarang ini hanya makcik lah yang naisa miliki di dunia ini.” Kataku dan langsung memeluk makcik Nur

To be continued...

#kasih komentar ya biar semangat nulisnya heh eh

Jumat, 19 Februari 2016

cinta yang bertanya

cinta.. aku serahkan engkau kepada sang pemilik jiwa ini...
cinta.. aku serahkan engkau kepada sang pemilik hati ini..

cinta..hati ini bergetar jika aku telah menyebut nama mu..
cinta..kenapa engkau begitu melekat di dalam hati ini..
cinta.. aku tidak sanggub jika aku terus memendam engkau di hati ku..

aku lelah...
aku telah lelah jika harus memendam engkau terlalu lama...
aku capek hanya..
aku salalu bertanya-tanya...
kapankah aku bisa memberikan engkau kepada sang pemilik cinta ini...
aku telah lelah hanya membawa engkau sendirian saja...

di pikiran ini terlalu banyak tanda tanya...
apakah engkau mencintai diri ku..?
ataukah engkau  memiliki cinta seperti ku..?
ataukah engkau tidak memiliki cinta seperti ku...?

aku lelah..
apakah engkau lelah seperti diri ku..?
cinta yang begitu besar seakan aku tidak sanggub untuk memendamnya...
pertanyaan itu selalu tengiang-ngiang di dalam otak ku..

aku tahu kita belum saling mengenal ..
aku tahu engkau juga belum mengena diri ku..
 aku pun sama seperti diri mu...
tapi jika aku melihat mu dari kejahuan sana..
jantung ini berdetak dengan kencang..
jantung ini berdetak sangat kuat yang dapat melumpuhkan aku seketika itu..


dan apakah engkau merasakan seperti yang aku rasakan...?
apakah engkau juga merasakan detak itu..?
bayangan mu selalu datang menghampiri ku..
seakan engkau begitu dekat dengan ku..
bayangan wajahmu yang menyejukkan hati itu selalu datang menghampiri ku..
bayangan wajah mu selalu datang dan tersenyum kepada ku...

tapi..
walaupun cinta dan hati ini sangat menginginkan engkau untuk ku milili..
namun apa daya diri ku..
karena aku bukanlah seorang pujangga yang dapat mengungkapkan
cinta ku begitu saja pada diri mu...
bibir ini juga tidak sanggub untuk berkata-kata jika aku dekat dengan mu..
aku hanya bisamenebar kan aura cinta ku kepada diri mu..
aku hanya bisa menebarkan wangi cintaku kepada mu...
yang melebihi wangi bunga mawar sekali pun..

tapi..
apakah engkau merasakan aura cinta ku...?
apakah engkau bisa mencium wangi cinta ku ini...?
semua itu hanya tanda tanya di dalam pikiran ku..
kapankah aku bisa tahu jawaban itu...
apakah nantinya aku tahujawabannya.....?
ataukah sebaliknya kalau diri ku tidak perah tahu..?

hanya satu ku pnta kepada mu ya rab..
walaupun nantinya aku tidak tahu jawabannya..
aku akan tetap memiliki rasa cinta ini pada diri nya walaupun dia tidak tahu..

aku akan membawa cinta ini sampai aku menutup mata..
semoga di kehidupan sana..
aku bisa bersama dengan dirinya dan memadu kasih bersama dengannya..
karena engkau adalah pujaan hati yang melekat dalam tubuh ini..
dan tidak dapat terpisah kan oleh apapun..
 cinta suvi ku hanya untuk mu wahai diri mu yang tersenyum di sana..

@i & r
ngkau akan selalu memiliki cinta ini