RINTIHAN HATI
***
Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan..
soalnya tulisan pertama hehe...
#NO_PLAGIAT_OK
#HAK_CIPTA_DILINDUNGI_OLEH_UNDANG_UNDANG
*** PART 1 : HAL YANG TIDAK TERDUGA ***
Ketika aku mendengar kabar itu.. seakan ada beribu-ribu pisau yang menusuk hati dan jantung ku.. mana mungkin mereka pergi meninggalkan aku secepat itu..bahkan mereka baru pergi satu jam yang lalu, tapi kenapa kabar ini seperti merenggut jiwa dan ragaku..
oh ya Allah, apakah yang ada di hadapan ku ini adalah hadiah ulang tahun ku yang ke 17 yang engkau beri kepada ku, tetapi kenapa hadiah mu ini terlalu menyakitkan bagi ku ya Allah.. dan kenapa mereka pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun kepada ku dan kenapa mereka meninggalkan ku secepat ini. Kenapa.. kenapa mereka tidak sekalian membawa ku ikut dengan mereka, setidaknya aku tidak sendirian di dunia ini... air mata ini tidak dapat ku bendung lagi.. tumpah sudah semua.. sakit, sedih dan kecewa yang aku rasakan saat ini....
“sudah nak.. jangan menangis lagi, nanti kamu jadi sakit nak.. doa kan saja semoga ibu dan bapak mu disana istirahat dengan tenang”. kata makcik nur.
“tetapi makcik, kenapa mereka meninggalkan naisa sendirian.. mereka ngak sayang sama naisa makcik..”. Kataku dengan air mata yang berlinang.. “ sabar lah nak, Ini adalah ujian dari Allah.. Allah lagi menguji kesabaran mu nak..jadi kita Yang di tinggalkan harus tabah dan bersabar... dan ingat lah nak Allah sudah mengatakan di dalam kitabnya bahwasanya setiap yang bernyawa itu pasti akan merasakan mati, hanya saja kita tidak tau kapan kematian itu akan menghampiri kita. Dan pada hari ini Allah terlebih dahulu memanggil orang tua mu nak ”. kata makcik sambil memeluk naisa yang menagis tersedu-sedu.
“ya Allah, Jika ini adalah cobaanmu tolong lah hambamu yang lemah ini agar bisa bersabar dan tabah dalam menjalani ujian mu ini.. tetapi bagaimana aku bisa menjalani hari-hari ku tanpa mereka Ya Allah, aku begitu tidak berdaya tanpa meraka di sisiku, hanya mereka lah penyemangat dan motivasi ku dan hanya mereka yang aku miliki di dunia ini ya Allah.. tetapi sekarang mereka telah enggkau panggil.. apakah hamba sanggup tanpa mereka, apakah aku bisa bertahan dengan liku-liku kehidupan, kuatkan hamba mu yang lemah ini ya Allah.. kuat kan hamba”. Kata ku dalam hati.
Cut Naisa Kumala Sari adalah seorang gadis yang cantik, pintar dan juga soleha. Dia terlahir di keluarga yang sederhana dan berkecukupan.. walaupn demikian naisa sudah sangat bersukur karena dia memiliki dua malaikat yang sangat menyayanginya dan yang selalu menjagaya.. malaikat itu adalah teuku khalid dan Cut Ratna Sari bagi naisa kedua orang tuanya sudah cukup membahagiakannya dan mereka tak akan tergantikan oleh apapun. Bagi naisa mereka adalah malaikat yang selalu ada di kala sedih dan senang... tetapi sekarang, mereka hanya tinggal kenangan, Dan mereka tidak akan pernah datang lagi untuk selamanya. Dan Naisa tidak akan pernah melihat malaikatnya lagi, karena merek sudah pergi jauh dan meninggalkan naisa sendirian.
Sudah dua minggu berlalu sejak kepergian orang tuanya.. namaun naisa selalu menagis dan mengurung dirinya di rumah dan tidak mau keluar.. bahkan makcik nur sangat khawatir dengan keadaan naisa yang sekarang ini. Sejak kepergian orang tuanya, dia jadi pendiam, dan jarang tersenyum. Padahal sebelum kedua org tuanya meninggal Naisa adalah anak yg paling ceria dan suka tersenyum. Namun sekarang dia seperti manusia tanpa raga. Seperti Mayat yang tak punya roh semua orang prihatin terhadap keadaannya sekarang. Namun apa dikata apapun yang di lakukan orang lain tetap saja naisa diam dan diam...
“naisa, buka pintunya nak.. jangan mengurung diri kamu disana nak, keluarlah nak kamu belum makan dari kemarin”. Kata makcik nur. Namun naisa hanya diam saja dan tidak memperdulikan perkatan makcik nur.
“ mm hah.. Nasia, makcik tau, makcik ini hanya tetangga naisa dan makcik tau makcik ini bukan siapa-siapa naisa . Tapi walaupun demikian makcik sudah mengaggab kamu seperti anak makcik sendiri nak, keluarlah naisa kamu harus makan jangan mengurung diri kamu nak... kalo abi dan umi mu liat pasti mereka sedih nak.. keluarlah nak makcik mohon relakanlah kepergian mereka". Kata Makcik dengan air mata yang berlinang.
Ceklek,,tiba-tiba Pintu kamar naisa pun terbuka.. “ maaf kan naisa makcik.. dan makcik jangan berkata seperti iti, sekarang ini hanya makcik lah yang naisa miliki di dunia ini.” Kataku dan langsung memeluk makcik Nur
To be continued...
#kasih komentar ya biar semangat nulisnya heh eh
semangt lg ya
BalasHapus