RINTIHAN HATI
***
Mohon Maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan..
Soalnya tulisan pertama nie heheh...
#NO_PLAGIAT_OK.
#HAK_CIPTA_DI_LINDUNGI_OLEH_UNDANG_UNDANG
jangan lupa KOMENTAR dan LIKE ya.. biar lebih semangat lg nulisnya hehe...
Selamat membaca 😀
*** PART 2 : PENANTIAN YANG TAK BERHUJUNG ***
"Makanlah yang banyak nak.. sekarang kamu terlihat kurusan”. “iya makcik. "Mm makcik, terimakasih banyak ya karena telah mau merawat naisa.. dan terimakasih juga karena telah bersabar menghadapi sifat naisa ini makcik.” Tutur ku pada makcik.
“tidak usah berterimakasih nak, dan tidak usah sungkan-sungkan kepada makcik. Anggap saja makcik ini seperti orang tua kamu sendiri ya.." “ ia makcik, sekali lagi terimakasih.”. sambil memeluk makcik nur.
@@@
Pukul 20.00 malam, setelah naisa sholat isya. Tiba-tiba pintu kamar ku di ketuk oleh makcik nur. Tok, tok, tok, “nak, apa makcik boleh masuk?”. Tanya makcik. “boleh makcik, masuk lah!”. Jawabku. “neuk naisa sudah makan malam?”. “sudah makcik, sebelum isya tadi naisa udah makan. Kalau makcik sudah makan?”. Tanyaku balik. “belum neuk, nanti sebentar lagi makcik makan...”. “makcik, tadi naisa bermimpi kalau makcik akan pergi meninggalkan naisa”. Kataku to the point kepada makcik sambil menunduk kan kepala ku. “Tidak sayang makcik tidak akan meninggalkan kamu nak, makcik akan selalu ada untuk kamu, itu hanya bunga tidur ngk usah di hiraukan ya?”. Kata makcik. “ia makcik”sambil memeluk naisa.
***
Pukul sudah menunjukkan 00.12 malam... namun aku juga tidak bisa tidur... entah kenapa aku merasa takut tapi aku tidak tau apa yang semestinya aku takut kan... akhirnya aku pun memutuskan untuk sholat malam agar hati ku bisa kembali tenang ...
“ya Allah... ampun kan lah dosa hamba mu yang hina ini ya Allah... dan ampunilah dosa kedua orang tua ku, kasihani lah mereka sebagai mana mereka menyayangi hamba waktu kecil hamba ya Allah... lapangkan lah kubur mereka dan jaga lah mereka di sisi mu ya Rab... terimalah amal ibadah mereka... dan hilangkanlah rasa kegelisahan hamba mu ini ya Allah...amin...” tidak terasa air mata Ini sudah bercucuran... aku menangis tersedu-sedu dalam kesunyian malam..
Ternyata bukan hanya naisa saja yang tidak bisa tidur malam ini.. tetapi makcik naisa pun tidak bisa tidur.. entah kenapa dia masih berpikiran dengan perkataan naisa setelah sholat isya tadi. “mudah-mudahan itu hanya bunga tidur” ujar makcik dengan sedih.
***
Tidak terasa waktu subuh sudah tiba...suara Tabuh menggemparkan kesunyian malam dan menggema dia alam semesta.. suara adzan yang mengalun begitu merdu di kesunyian malam yang menggetarkan alam semeta raya...
“sungguh indah Allah membangunkan hambanya untuk sholat... hanya orang yang memiliki mata yang jelek saja yang akan memejamkan mata untuk tidur lagi.. dan orang seperti itu adalah orang-orang yang sangat rugi..” batin ku...
Setelah sholat aku pun keluar kamar untuk menghampiri makcik, ternyata makcik masih berzikir dan memuji Allah azzawajalla... aku pun mengurungkan niat untuk mengajaknya pergi jalan-jalan keliling desa. Tadi aku berencana mengajak makcik untuk pergi jalan-jalan Karena sudah lama sekali aku tidak jalan-jalan untuk maraton... biasanya dulu aku sering melakukan hal ini dengan umi dan abah ku ketika pulng dari masjid.. tetapi sekarang hanya tinggal kenanga saja.. tidak terasa aku sudah jauh dari rumah makcik...
Sebahagian warga disi sudah pergi keluar rumah untuk mencari nafkah ke kelaut dan kekebun... di desa tempat ku lahir ini rata-rata masyarakatnya bekerja sebagai nelayan dan sebagian lagi berkebun ataupun kesawah.. tidak di ragukan lagi di desa ku ini udaranya masih bagus dan sejuk karena pohon-pohonya nya masih begitu rindang dan masih begitu banyak... warga di sini dilarang menebang pohon sembarangan karena jika di tebang maka akan di kenakan sanksi... saya pernah mendengar masyarakat tidak setuju dengan peraturan itu karena jika pohon itu tidak di beri di tebang maka masyarakat nanti akam masak pakai apa.. nah sedang kan kami rata-rata menggunakan kayu bakar untuk memasak.. kalau di pikir-pikir sieh ada betulnya juga apa yang di katakan warga sini Tapi kalau di biarkan sesuka mereka saja menebang pohon tersebut pasti nantinya pohon di desa ku ini Punah juga kalau di biarkan... apalagi Berapa banyak warga di sini menggunakan kayu bakar kalau di biarkan begitu saja kemungkinan besar pohon di sini akan tumbang semua.. dan jika kita tidak menjaganya siapa lagi bukan! Bahkan pohon merupakan paru-paru dunia.. sekali lagi ingat PARU-PARU DUNIA lho..bayangkan aja coba kalau kita tidak punya paru-paru di tubuh kita mungkin kita bisa mati nah begitu pula dengan bumi ini.. jadi kita harus menjaga dan merawatnya OK ! Heheh
nah kalau warga di desa ku ini, mereka hanya tahunya menebang saja tetapi kalau menanamnya malas minta ampon... maka sebab itulah pemerintahan di desa kami memberikan bantuan berupa kompor gas kepada warga sini.. sebagian warga sangat senang menerimanya tetapi sebagian lagi lah malah tidak mau menerima karena mereka takut menggunakannya... pernah saya mendengar beberapa warga berkata seperti ini..
“Wah ini pemerintahan Teroris apa, masa mereka mau membunuh kita dengan memberikan kita bom takut-takut di desa kita ini meledak semua... Wah kalau dibiarkan seperti ini Bisa-bisa kita mati semua.....” ujar warga sini
Hahah... Kalau di pikir-pikir lucu juga perkataan Mereka, Warga di desa ku ini mereka memang masih berpikiran premitif karena masih perkampungan gitu atau kata orang kota masih belum ngetren lebih tepatnya... tapi walaupun demikian aku bangga jadi warga Sini karena Walaupun mereka seperti itu warga di desa ku ini ikatan silaturahmi dan persaudaraannya masih Kuat dan kental sekali bahkan mereka tidak segan-segan membantu masyarakat yang terkena musibah atau pun semacamnya maka mereka akan ada kapan pun itu, inilah yang sangat aku suka dan banggakan dari mereka....
Aku pun terhenti dari lamunan ku.. aku sudah sampai di tempat yang sedari tadi ingin aku tuju.. Dan disinilah aku sekarang Di mana banyak kenangan bersama orang yang aku sayangi dan yang sangat aku rindukan saat ini mereka adalah abah dan umi ku...dulu di bibir pantai inilah biasanya aku dan umi ku menunngu abah pulang dari laut. dulu aku sangat senang sekali menunggu abah ku di sini bahkan aku tidak setuju dengan pendapat bahwa menunggu itu hal yang membosankan, karena aku setiap hari menunggu abah ku pulang dari laut, aku bahkan tidak pernah bosan hingga saat ini walaupun aku menunggunya seharian aku tidak akan bosan tapi sayang orang yang aku tunggu sekarang ini tidak akan kembali krena org itu sudah pergi ketempat sang ilahi..
dalam hati aku berkata dan berdoa kepada Allah...
Ya Rab..
kutitipkan salam cinta
Dan rinduku kepada kedua orang tua di sana...
Ya Rab...
katakan kepada mereka kalau aku sangat merindukan mereka..
Ya Rab...
Jagalah mereka di sana dan pertemukan lah kami di surga mu kelak nanti...
Hanya kepadamulah aku memohon dan kepadamulah hamba meminta
Dan perkenankanlah doa Hamba mu ini..
dan dengarkan lah rintihan hati hamba mu yang hina ini...
amin...
***
To be continued
Kasih komentar ya biar aku lanjutin lagi ceritanya 😀😁😁
Tidak ada komentar:
Posting Komentar