Di saat sore senja, aku duduk sendiri di bibir pantai ini. Semilir angin datang menerpa wajahku, seakan Terbuai dan terlena akan sentuhannya. Lama aku termenung menatap matahari diupuk sana. Sebentar lagi, Matahari akan pergi meninggalkan bumi dalam kegelapan. Gelap tanpa cahaya.
Bumi tidak sempurna tanpa adanya matahari yang menerangi. Malam tidak akan indah tanpa bulan dan bintang menghiasi. kacamata tidak berfungsi jika hanya sebelah. Manusia tidak bisa berjalan jika hanya punya satu kaki.
Dua kata yang sangat aku benci “perpisahan dan egois” dua kata itu yang selalu aku hindari. Tetapi semakin aku menghindarinya, dia semakin mendekat dan menghancurkan semuanya.
Awal bertemu, seperti kacamata yang selalu menempel dalam satu tangkai. Bagaikan daun yang lengket dalam satu dahan. Ketika bersama seperti tangan dan kaki yang tidak terpisahkan. Canda dan tawa bagaikan deru ombak yang menyatu.
Perubahan demi perubahan semakin terlihat. Awal yang indah berakhir dengan keterpurukan. Berpisah seakan tidak saling membutuhkan. Mengabaikan jeritan hati yang ingin bersama. Bertemu seolah tidak saling mengenal. Tatapan mata seakan merendahkan. Ego bagaikan raja yang selalu memerintah.
Hidup tidak akan berarti tanpa adanya kebersamaan. Hidup ini tidak akan berfungsi jika tidak bersama-sama. Bisakah kita seperti dulu lagi yang selalu bercanda, tawa bersama, saling membantu jika kesusahan, saling mengajari jika tidak tahu, saling mengingatkan, saling memberi dan melengkapi satu sama lain.
Umur semakin bertambah, pikiran juga berubah. Detik, menit, hari, minggu, bulan dan tahun akan berganti dan berlalu. Tidak lama lagi kita semua akan berpisah. Masing-masing di antara kita semua akan pergi. Entah kapan kita bertemu lagi.
Semester demi semester kita jalani. Rintangan demi rintangan kita lalui. Namun kenapa, hanya karena ke tidak cocokkan menjadi penghalang kebersamaan di antara kita. Kini, kita berusaha saling menjatuhkan, menjelek-jelekkan satu sama lain. Tidak bisakah kita menghadapi dan mengatasi itu semua. Jangan jadikan ke tidak cocokkan ini penghancur dan pemisah antara kita. Tapi jadikan lah ke tidak cocokkan ini menjadi penyatu untuk kebersamaan kita.
Masalah adalah hal biasa. Jangan menghindar jika dia datang menghampiri. Tapi hadapi dia dengan ketabahan dan keikhlasan. Sebab, Tanpa adanya masalah kita tidak akan merasakan nikmatnya kehidupan.
Mari ulurkan tangan dan berpegang satu sama lain. Mari kita berjalan bersama-sama tanpa ada yang tertinggal di belakang. Sebab kita adalah bhineka tunggal Ika. Walaupun kita berbeda namun kita tetap satu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar