Sabtu, 25 Maret 2017

Terlanjur Sakit Sebelum Bertindak!!



Tatkala jarum jam terus berputar. sepeda motor Scopy milikku pun terus melaju mengikuti arah jalan. berapa meter telah kutempuh, tiba saatnya aku menepikan sepeda motorku. jalanan cukup ramai. sepanjang jalan kendaraan umum membuat pemandangan tak sedap. Macet. itulah kata yang dapat menggambarkan suasana siang ini. hari semakin siang, orang yang aku tunggu tak kunjung datang. jenuh mulai menghampiriku. saat ingin beranjak, Weni sahabatku mulai memperlihatkan batang hidungnya didepanku. "Lama banget sih kamu? jenuh tahu." kesalku padanya. "Maaf Risa.. tadi jalanan macet banget." Alasnya. 

Aku bersama Weni mengeluarkan lebtop yang selalu menemani hari-hari kami berdua. hobi para perempuan secantik kami selalu menikmati jalanan macet di kota ini. perempuan langka menikmati waktu siang di tengah semaraknya kota Indonesia dengan kata MACET! jari jemariku mulai mengetikkan huruf-huruf di papan keyboard. pikiran mulai menerawang menuliskan kalimat suasana siang ini. siang memancarkan sinar yang amat menyengat namun tiada menghalangi minat kami berdua mengamati jalanan ini. 

Ketika bola mataku menelisik pengendara jalanan, sepasang bola mata balik menatapku. seketika pandangannya menghipnotis diriku hingga meletup-letup. Waduh, wajah pria itu begitu meneduhkan. Seru hatiku bahagia. Weni menyikut lenganku sembari kembali ke alam sadar. “Kenapa? kesambek apa, Hm?” Weni melempariku dengan pertanyaan yang ngga pentingnya. “Ngga tahu aja deh kamu, Wen.. jumpa pangeran ku tadi.” Jelasku memeles. “Kebiasaan banget sih.. mata tuh dijaga. Bukan Muhrim jadi jangan ngeloyong aja.” Cerocos Weni kepadaku.

Dasar! Weni selalu tepat menghujamiku dengan kata-katanya itu loh. Bisa ngga sekali saja dia membiarkan mataku menikmati wajah-wajah para lelaki itu. sayang jika dibiarkan begitu saja, Bantinku. Puas menikmati jalanan macet, kami pun bergegas pergi meninggalkan tempat itu. aku melajukan motor Scopyku di atas rata-rata. Kerudung yang kukenakan melambai-lambai mengikuti kibasan angin. Kembali kutepikan motorku di pinggir jalan. Ternyata Allah kembali mempertemukanku bersama pria yang sempat menghipnotis diriku. Kami kembali bertemu di SPBU. Jodoh kali ya. Seruku.

 Mulutku bersenandung kecil membayangkan pria itu menjadi suamiku. Tampan banget, hidung mancungnya menambah keseksian wajahnya. Batinku. Sadar dari pikiranku, cepat-cepat bibirku berkomat-kamit. Astaghfirullah. Risa.. kendalikan pikiranmu. Dia bukan muhrimmu jadi jangan membayangkan yang tidak-tidak. lontarku. Ketika mataku ingin kembali memandangnya, perasaan harap untuk memilikinya pupus seketika.  seorang wanita menghampirinya dengan mesra. Sakit! ternyata dia telah memiliki kekasih. Kesalku. Karena sebel, kubelokkan kembali motor Scopyku sebelum sempat kumengisi bensin. Terlanjur sakit sebelum bertindak. Cerocosku.

Susah banget sih mencari pria Jomblo. Semuanya memiliki status pacaran. Kapan ya status Jomblo ini tertukar. Semenjak lahir sampai sekarang masih status jomblo yang terpampang dijidadku. Tapi tidak apalah yang penting HAPPY. Terserah punya pacar atau tidak. mungkin Allah telah memilihkanku seseoarang yang tepat untukku. Senyumku bahagia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar